Sunday, February 18, 2007

Tentang Zimo

Tubuhnya besar, suaranya kadang menggelegar. Tapi tutur katanya halus, seperti umumnya orang sunda. Agus Zimo yang lahir di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Langkap Lancar, Ciamis, 22 Juli 1978 ini memang lahir dan dibesarkan dalam keluarga petani sederhana. Untuk selamanya ia merasa sebagai “budak kampung bangun jaya”. Meski sederhana, keluarga besar Zimo (panggilan akrab) di Ciamis selalu mendukung anak bongsornya ini untuk menjadi perupa.
Diawali dengan pendidikan formal seni rupa di Jurusan Seni Rupa UPI Bandung pada tahun 1997-2004, dalam proses pencariannya Zimo berusaha untuk terus intens berkarya lukis,drawing, dan instalasi. Sejak lebih dari 5 tahun lalu, karya-karya drawing dan lukisannya sering dimuat dan dibahas dalam Khasanah Pikiran Rakyat, Metro Indonesia, dan majalah Mangle. “Lumayan untuk sambung hidup,” kataya.
Dalam karya-karyanya, Zimo senantiasa memilih tema-tema yang mengusung nilai sosial. Bagaimana tidak, kekisruhan yang setiap hari dilihatnya di negeri tercinta ini mempengaruhi seluruh ruang pikir dan olahan imajinya.
Tergabung dalam Komunitas Seni Rupa GAKENK, dan aktif ikut serta dalam berbagai pameran bersama ataupun performance art. Saat ini, Agus Zimo menetap di Bandung bersama istri dan anak tercinta.

Pengalaman Berkesenian


Pameran Tunggal
2005 – “AKU ORANG INDONESIA” galeri rumah teh Taman Budaya Jabar.

Pameran bersama dan Performance
1998 – Pameran Seni Rupa Angkatan ’97 (Pentagon)
1999 – “SEBUAH GALIAN KABEL” Pemeran lukisan dan pertunjukan bersama Teater KONTRA Langkap Lancar ciamis
– Performance Art bersama GAKENK “HOLLY FORTY”
– Performance Art di YPK (Yayasan Pusat Kebudayaan)
2000 – “BARONGSAI NGEYEL” Pertunjukan di lapangan desaku bersama Teater KONTRA (petani group), langkap lancar ciamis
– Performance Art Sastra Jebred di Gedung Pentagon
2001 – Djamoe Tjap IKIP 1 AULA BARAT
– Work shop “CARPE DIEM” di Geriya Seni Popo Iskandar
– Solo Performance Art BAE di Gedung Pentagon
– Solo Performance Art “Badminton Art Event” Niagara Art Space
– Solo Performance Art Taman Budaya Jawa Barat
– Solo Performance Art (Pesta Sastra Asas) di GSPI
2002 – Pameran “Kezout Borozout” Galeri Botol Bandung
2003 – Pameran Pesta Situ Panjalu
-- Pameran Hari Bumi UNPAS
2004 – Pameran Djamoe Tjap IKIP2
2005 – Bursa Lukisan “Merajut Bahasa Rupa” di Cihampelas Walk
- Pameran bersama Sukajadi Hotel
2006 - Bursa Lukisan “Intuisi Majemuk” (Griya Seni Popo Iskandar)
- Pameran dan work shop Locomotif (Galeri Kita)
- Pameran 50 karya terbaik Kompetisi Seni Lukis Jawa Barat
Gd. Indonesia Menggugat ex-Lanrad.
- “BERSAMA UNTUK SEMUA”, Pameran bersama Ulang Tahun galeri Rumah Teh (Taman Budaya Jawa Barat)
- Bursa lukisan “Open Market” Bandung Art Festival 2006

Kanvas Zimo 2

Judul: Meulaboh
oil on canvas


Judul: Miss Teu Paruguh

oil on canvas


Judul: Pesta Bebegig, 2005

oil on canvas


Judul: Pesta Para Durjana

oil on canvas


Judul: Ludruk

acrilic on canvas




Judul: memory in damri


oil on canvas




Judul: Menunggu Jatah Kematian


acrilic on canvas

kanvas Zimo 1

Judul: Kami akan mati sebagai pecundang
Acrilic on Canvas


Judul: Kita yang tetap berduka

oil on canvas


Judul: Kolobos

Oil on canvas


Judul: DPR 2005

oil on canvas





Judul: Eksekusi Babi


oil on canvas




Judul: Eksotik


oil on canvas




Judul: Bandung Anu Aing


Oil on Canvas







Judul: Diet


Acrilic on Canvas






Friday, February 16, 2007

Beberapa liputan

Ahda Imran, wartawan budaya H.U Pikiran Rakyat pernah menulis ulasan berikut mengenai karya Agus Zimo,

"Agus Zimo yang hadir dengan dua karyanya, "Pesta Bebegig" dan "DPR 2005", yang sebelumnya pernah dipamerkan di Galeri Taman Budaya Jawa Barat akhir tahun 2005 yang lalu. Dalam kedua karyanya tersebut ia menghadirkan realitas sosial-politik yang masif dan riuh rendah. Jika kanvas Uun senantiasa erat dengan suasana pencekaman perempuan dalam dominasi patriakat, dalam kanvas Agus Zimo pencekaman itu digiring ke wilayah tematik yang langsung merujuk pada fakta-fakta konkret dalam fenomena sosial-politik Indonesia hari ini. Tanpa tedeng-aling kanvas Agus Zimo penuh dengan perangai-perangai manusia yang mengerikan, yang sayup-sayup membawa ingatan kita pada suasana dalam etsa-etsa Tisna Sanjaya.
Sebutlah "Pesta Bebegig", yang penuh dengan sosok dan peristiwa ganjil dalam dunia manusia Indonesia. Ia pun tanpa sungkan meminjam ikon-ikon dan mitos, seperti perahu Sangkuriang yang terbang melayang di atas Gunung Tangkubanparahu dalam suasana visual yang terasa demikian imajis-surealis. Jika Uun menegaskan pencekaman itu dengan olahan warna yang terasa muram, sebaliknya Agus Zimo menghadirkan seluruh adegan di atas kanvasnya itu dalam warna yang terang, seolah-olah ia hendak menjelaskan bahwa betapa seluruh kenyataan tragis itu sudah demikian telanjangnya di depan mata kita. "


Silakan klik link dibawah ini untuk beberapa ulasan singkat di media massa mengenai karya Agus Zimo...

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/012006/21/khazanah/lain2.htm
http://biennale.cp-artspace.com/2005/featured_rumah_proses.html (sebagai bagian dari Rumah Proses-Bandung)
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1105/19/khazanah/kronikbudaya.htm (release acara pameran "Aku Orang Indonesia" di Taman Budaya Jawa Barat.